Penulis Topik: ANCHOR  (Dibaca 1906 kali)

MakNiang

  • Administrator
  • Aktivis Hypnosis
  • ********
  • Tulisan: 1017
ANCHOR
« pada: Januari 08, 2015, 12:55:03 PM »
Anchor adalah suatu istilah yang mungkin saat ini sudah biasa dikenal di pengetahuan NLP maupun Hypnosis. Anchor dapat diterjemahkan secara bebas sebagai “jangkar”, dan biasanya dibalik sebuah jangkar terdapat sebuah kapal. Dibalik suatu Anchor pasti ada sesuatu hal yang lebih besar.

Defenisi Anchor:

Pada saat sangat banyak definisi tentang Anchor yang dibuat oleh para ahli NLP. Akan tetapi salah satu yang paling sederhana, tetapi sudah sangat mencukupi adalah:

“Any stimulus that is associated with a specific response”,

yang dapat diartikan secara bebas sebagai :

“Setiap stimulus yang akan memicu suatu reaksi spesifik tertentu.”.

***

Penelitian tentang fenomena Anchor pertama kali dilakukan oleh Ivan Pavlov, seorang Psikolog berkebangsaan Rusia, peraih hadiah Nobel.

Pavlov melakukan percobaan dengan memberikan makan seekor anjing pada jam tertentu, dan didahului dengan membunyikan bel. Setelah hal ini dilakukan berulang-ulang, maka saat berikutnya saat bel dibunyikan, maka segera anjing bereaksi mengeluarkan air liur. Dalam hal ini bel merupakan Anchor yang akan memicu sang Anjing untuk secara tidak sadar mengeluarkan air liurnya, dan proses Anchor yang terbentuk karena pengkondisian yang berulang-ulang.

***

Di keilmuan Hypnosis dikenal istilah “Post Hypnotic Suggestion” atau sugesti yang tetap akan bekerja walaupun Subject telah berada pada kondisi pasca Hypnosis (emerging). Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan mudah bahwa “Post Hypnotic Suggestion” merupakan salah satu bentuk rekayasa Anchor, hanya saja dilakukan dalam kondisi Hypnosis.

Terbentuknya suatu Anchor dikarenakan suatu pengkondisian tertentu, baik pengkondisian secara cepat, maupun secara perlahan-lahan atau berulang karena kebiasaan. Oleh karena itu secara umum Anchor tidak saja dapat dibentuk dalam kondisi Hypnosis semata, melainkan juga melalui proses normal yang berulang.

Anchor Untuk Memicu State :

Salah satu manfaat Anchor yang sangat umum diterapkan di dunia NLP adalah untuk memicu “state of mind” tertentu, misal : gembira, percaya diri, dst.

Untuk kebutuhan semacam ini, pembuatan Anchor dapat dilakukan secara cepat, dengan tahapan-tahapan :

Munculkan State yang diinginkan (Elicitation)
Memperkuat State yang muncul (Amplify)
Picu dengan kode Stimulus tertentu (Trigger).
Kode stimulus yang dimaksud dapat berupa Visual, Audio, Kinestetik, Gustatori, Olfaktori, atau gabungannya.

Sumber : from Yan Nurindra Website



Muchsin Pinarik

  • Contributor
  • *
  • Tulisan: 5
Re:ANCHOR
« Jawab #1 pada: Januari 13, 2015, 09:24:10 AM »
ANCHOR

Contoh Anchor sederhana.
Setiap berkenderaan, apabila dipersimpangan jalan ada lampu lalu lintas dan yang menyala adalah lampu warna merah, maka seketika kita akan menghentikan laju kenderaan. Apabila lampu Hijau yang menyala, maka kenderaan akan melaju kembali.
Ada 2 cara untuk membentuk Anchor :
1.    Melalui kebiasaan yang dilakukan secara berulang ulang dalam waktu yang cukup lama.
Apabila suatu kegiatan dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dalam waktu yang cukup lama, maka lama kelamaan kegiatan tersebut akan menjadi suatu kebiasaan, baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk.
2.   Melalui teknik Hipnosis.
Anchor yang dibentuk melalui teknik Hipnosis dapat dilakukan dalam waktu yang sangat cepat, karena Hipnosis adalah suatu teknik untuk menembus Critical Factor yang menjadi Filter untuk memasuki pikiran bawah sadar. Apabila Critical Factor sudah terbuka lebar, maka setiap informasi yang masuk akan langsung diterima oleh pikiran bawah sadar.
Nah, uniknya pikiran bawah sadar ini adalah, setiap informasi yang diterimanya, akan dianggap sebagai suatu kebenaran.
Fenomena seperti ini, oleh para Praktisi Hipnosis, dijadikan cara untuk menjadikan seseorang itu lebih baik.
“ Kenapa sih nak, kamu koq susah banget untuk disuruh Sholat?. Apalagi kalau sudah main Game, lupa deh semuanya.”  “Coba deh, kalau setiap bangun tidur itu, kamu rapikan kembali tempat tidur mu supaya tidak berantakan gitu”.  “Kalau sudah kamu lihat banyak piring kotor di dapur, segera la kamu cuci supaya jangan numpuk gitu”.
Ke 3 contoh dialog diatas menunjukkan bahwa sebetulnya kita butuh akan suatu Anchor yang sesuai dengan keinginan kita.
Dalam suatu sesi terapi, saya pernah membuat Anchor atas permintaan seorang ibu. Ibunya ingin supaya setiap kali mendengar suara azan, anaknya segera melaksanakan sholat.  Anaknya tersebut berumur 10 tahun. Setelah merasa cukup dengan keterangan dari si ibu, akhirnya saya memulai sesi terapi dan Anchor saya tanamkan.
Alhasil, semuanya berjalan sesuai dengan keinginan si ibu. Apapun kegiatan yang sedang dilakukan si anak, apabila suara azan sudah menggema, maka si anak seketika akan menghentikan aktivitasnya dan segera berudhluk lalu sholat.

Apakah Anchor yang sudah ditanam ini bersifat permanen atau sementara?
Bisa permanen dan juga bisa sementara. Ada beberapa faktor yang sangat menentukan bagi suatu Anchor yang ditanamkan agar bisa menjadi permanen. Beberapa diantaranya adalah murni dari keinginan si subjek dan Anchor tersebut dapat diterima oleh pikiran bawah sadarnya.

Bagaimana membentuk serta menanamkan Anchor ?
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ada 2 cara untuk membentuk Anchor, cara lambat dan cara cepat.
Cara yang lambat dan alami adalah dengan membiasakan diri dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan cara instan adalah dengan HIPNOSIS.
Kedua cara tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu agar kebiasaan tersebut dapat TERTANAM DI PIKIRAN BAWAH SADAR.
Nah, hipnotis adalah suatu teknik cepat untuk menembus ke pikiran bawah sadar.

Muchsin, C.Ht, CI IBH
www.palashipnotis.com